Shopping cart

No Widget Added

Please add some widget in Offcanvs Sidebar

Lingkungan dan KBG

KBG Santa Monika Mengadakan Ibadat Sabda

Belajar Menghargai Diri dan Mengasihi Sesama

Pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 20.00 WITA, umat KBG Santa Monika, yang merupakan bagian dari Lingkungan FX Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, Bali, berkumpul di Gedung Serba Guna Gereja Kristus Raja Abianbase untuk mengadakan Ibadat Sabda bersama.

Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Yunda, sementara Pak Nanang membawakan renungan sabda bagi umat yang hadir. Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat diajak untuk kembali melihat nilai diri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga.

Pertemuan ini menjadi bagian dari kehidupan iman umat di tingkat KBG, tempat umat tidak hanya berkumpul untuk berdoa, tetapi juga saling meneguhkan, mendengarkan Sabda Tuhan, dan belajar menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Menghargai Diri sebagai Awal Menghargai Sesama

Dalam renungannya, Pak Nanang mengajak umat merenungkan pentingnya menghargai diri sendiri. Menurutnya, seseorang yang mampu menghargai dirinya biasanya juga lebih mampu menghargai orang lain.

Penghargaan terhadap diri sendiri bukanlah bentuk kesombongan. Sebaliknya, ini adalah kesadaran bahwa setiap pribadi memiliki nilai, martabat, kemampuan, dan keunikan yang diberikan oleh Tuhan.

Orang yang menghargai dirinya akan lebih percaya diri. Ia lebih berani menghadapi tantangan, tidak mudah putus asa, dan lebih mampu menerima kegagalan sebagai bagian dari proses hidup.

Jangan Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Salah satu pesan kuat dalam renungan Pak Nanang adalah ajakan untuk tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering merasa kurang ketika melihat orang lain yang tampak lebih berhasil, lebih pandai, lebih mampu, lebih kaya, lebih cantik, atau lebih ganteng. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri dapat mencuri sukacita hati.

Ketika seseorang terlalu sering membandingkan diri, ia bisa lupa bahwa dirinya juga berharga. Ia lupa bahwa Tuhan memberikan talenta dan perjalanan hidup yang berbeda kepada setiap orang.

Pak Nanang mengingatkan bahwa setiap orang memiliki latar belakang, kemampuan, pengalaman, kesempatan, tantangan, dan talenta yang berbeda-beda. Karena itu, tidak adil jika kita menilai diri sendiri hanya dengan ukuran hidup orang lain

Mengasihi dan Melayani dengan Tulus

Renungan Pak Nanang mengarah pada satu pesan utama: ketika seseorang belajar menghargai dirinya sendiri, ia akan lebih dimampukan untuk mengasihi dan melayani sesama dengan tulus.

Mengasihi sesama tidak dapat dilepaskan dari kemampuan menerima diri. Orang yang terus merasa tidak berharga sering kali sulit memberi kasih dengan bebas. Namun orang yang menyadari bahwa dirinya dikasihi Tuhan akan lebih mudah membagikan kasih itu kepada orang lain.

Melalui pimpinan Ibu Yunda dan renungan Pak Nanang, umat diajak untuk belajar menghargai diri sendiri, tidak membandingkan diri dengan orang lain, bersyukur atas anugerah Tuhan, dan membangun relasi yang lebih baik dengan sesama.

Semoga KBG Santa Monika terus bertumbuh sebagai komunitas iman yang solid, solider, dan penuh kasih. Semoga setiap umat semakin menyadari bahwa dirinya berharga di hadapan Tuhan dan dipanggil untuk mengasihi serta melayani sesama dengan tulus.

Karena ketika kita mampu menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan, kita juga akan semakin mampu menghargai dan mengasihi sesama.

Sumber: Catatan kegiatan Ibadat Sabda KBG Santa Monika, Lingkungan FX, Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, Sabtu 11 Juli 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait