Shopping cart

No Widget Added

Please add some widget in Offcanvs Sidebar

  • Home
  • Stasi
  • Frater Rello dan Setahun Pelayanan TOP di Kristus Raja Abianbase
Stasi

Frater Rello dan Setahun Pelayanan TOP di Kristus Raja Abianbase

Belajar Beradaptasi, Melayani, dan Mencintai Umat

Setelah kurang lebih satu tahun menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral / TOP di Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, Bali, Frater Nicolas M. D. Mazzarello Taus, yang akrab disapa Frater Rello, akan kembali melanjutkan pendidikan dan formasi di seminari tinggi.

Frater Rello pertama kali datang dan bertugas di Bali pada 8 Juli 2025. Kehadirannya di tengah umat Stasi Kristus Raja Abianbase menjadi bagian dari perjalanan panggilan dan pembinaan pastoralnya sebagai calon imam.

Selama kurang lebih satu tahun, Frater Rello tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga belajar hidup bersama umat, mengenal budaya setempat, membangun komunikasi, mendampingi anak-anak misdinar, hadir dalam kegiatan lingkungan dan KBG, serta merasakan langsung dinamika kehidupan Gereja di tingkat stasi.

Belajar Beradaptasi di Tanah Bali

Dalam petikan wawancara, Frater Rello menyampaikan bahwa salah satu kendala awal yang ia alami ketika bertugas di Stasi Kristus Raja Abianbase adalah soal komunikasi.

Datang dari daerah Timur Indonesia, ia merasakan perbedaan gaya bicara dengan umat Bali. Menurutnya, orang Bali memiliki pembawaan dan nada bicara yang halus, sedangkan orang Timur cenderung memiliki dialek yang lebih tegas dan keras.

Perbedaan ini menjadi tantangan awal. Namun justru di situlah proses pembelajaran dimulai. Frater Rello menyadari bahwa seorang pelayan Gereja perlu mampu beradaptasi, bukan hanya dengan tempat, tetapi juga dengan budaya, karakter umat, cara berkomunikasi, dan kebiasaan setempat.

Dekat dengan Anak-Anak Misdinar

Salah satu bagian yang paling menonjol dari pelayanan Frater Rello di Stasi Kristus Raja Abianbase adalah kedekatannya dengan anak-anak misdinar.

Frater Rello menyampaikan bahwa proses adaptasinya banyak dibangun melalui perjumpaan dengan anak-anak misdinar. Melalui mereka, ia mulai mengenal kehidupan umat, membangun komunikasi, dan menemukan ruang pelayanan yang dekat dengan panggilannya.

Perhatiannya kepada misdinar bukan tanpa alasan. Frater Rello sendiri mengaku bahwa salah satu hal yang membuatnya masuk seminari adalah karena sejak awal ia rajin menjadi misdinar. Pengalaman melayani altar menjadi salah satu benih panggilan dalam hidupnya.

Ketika menjalani formasi di seminari tinggi, ia juga banyak menggeluti bidang liturgi. Karena itu, pelayanan kepada misdinar terasa sangat dekat dengan hati dan pengalaman panggilannya.

Kreatif dan Inisiatif dalam Pelayanan

Frater Rello juga mengenang pesan Pastor Paroki ketika ia pertama kali datang ke Bali. Ia diberi ruang untuk mengatur diri, berkreasi, dan berinisiatif dalam pelayanan.

Pesan itu menjadi dorongan baginya untuk tidak hanya menunggu tugas, tetapi juga melihat kebutuhan umat. Dari situ, perhatian kepada misdinar menjadi salah satu bentuk inisiatif pastoral yang ia jalankan.

Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Gereja membutuhkan kepekaan. Seorang pelayan tidak hanya bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?” tetapi juga belajar melihat, “Apa yang dibutuhkan umat?”

Berjalan Bersama Lingkungan dan KBG

Selain mendampingi misdinar, Frater Rello juga ikut hadir dalam berbagai kegiatan lingkungan dan KBG. Ia menyampaikan bahwa pendekatannya sederhana: ketika diajak ke mana pun, ia berusaha ikut.

Sikap sederhana ini memperlihatkan semangat seorang frater yang mau hadir dan belajar dari umat. Kehadiran dalam lingkungan dan KBG memberi kesempatan baginya untuk mengenal keluarga-keluarga Katolik, melihat kehidupan iman di tingkat basis, dan merasakan bagaimana Gereja hidup di tengah rumah-rumah umat.

Pesan Frater Rello: Hiduplah Menurut Sifat-Sifat Gereja

Sebagai pesan untuk umat Stasi Kristus Raja Abianbase, Frater Rello menyampaikan ajakan yang sederhana namun mendalam: hiduplah menurut sifat-sifat Gereja, yaitu satu, kudus, katolik, dan apostolik.

Dari Timur Indonesia ke Bali, dari tantangan komunikasi menuju persaudaraan, dari pengalaman sebagai misdinar menuju pelayanan bagi para misdinar, Frater Rello telah meninggalkan jejak sederhana namun bermakna di tengah umat Kristus Raja Abianbase.

Selamat melanjutkan formasi, Frater Rello.
Terima kasih atas setahun pelayanan dan kebersamaan.

Semoga panggilan yang telah ditanam Tuhan terus bertumbuh, berakar kuat, dan kelak berbuah bagi Gereja serta umat-Nya.

Sumber: Petikan wawancara dengan Frater Nicolas M. D. Mazzarello Taus / Frater Rello tentang pengalaman TOP di Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait