Menjadi Tanah yang Subur bagi Sabda Tuhan
Pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 07.00 WITA, umat Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase berkumpul untuk merayakan Misa Ekaristi Kudus. Perayaan iman ini dipimpin oleh Romo Alex Dato, SVD, Pastor Paroki Santa Theresia Tangeb.
Dalam suasana doa dan syukur, umat diajak merenungkan bacaan Injil hari itu, yaitu perumpamaan Yesus tentang seorang penabur. Melalui sabda ini, umat kembali diingatkan bahwa Sabda Tuhan selalu ditaburkan dalam hidup manusia, tetapi buahnya sangat bergantung pada kesiapan hati yang menerimanya.
Perumpamaan tentang Seorang Penabur
Dalam Injil Matius 13:1-23, Yesus mengisahkan seorang penabur yang keluar untuk menabur benih. Sebagian benih jatuh di pinggir jalan, lalu burung datang memakannya. Sebagian jatuh di tanah berbatu, tumbuh sebentar, tetapi segera layu karena tidak berakar. Sebagian jatuh di tengah semak duri, lalu terhimpit dan tidak menghasilkan buah. Namun sebagian lagi jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan menghasilkan buah berlipat ganda.
Hati yang Tertutup
Benih yang jatuh di pinggir jalan menggambarkan hati yang tertutup. Sabda Tuhan datang, tetapi tidak sungguh diterima. Mungkin karena hati terlalu keras, terlalu sibuk, terlalu acuh, atau terlalu jauh dari Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, umat dapat saja mendengar Sabda Tuhan, tetapi tidak membiarkannya masuk ke dalam hati. Misa diikuti, tetapi pesan Tuhan lewat begitu saja. Injil dibacakan, tetapi tidak direnungkan. Doa diucapkan, tetapi hati tidak sungguh terbuka.
Melalui Injil ini, umat diajak untuk tidak hanya hadir secara fisik dalam Misa, tetapi juga hadir dengan hati yang siap mendengarkan.
Sabda Tuhan Tidak Pernah Sia-Sia
Bacaan pertama dari Kitab Yesaya memberi penghiburan yang indah. Seperti hujan dan salju yang turun dari langit dan tidak kembali sebelum mengairi bumi, demikian juga Sabda Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia.
Ini menjadi pengingat bahwa Sabda Tuhan selalu memiliki daya hidup. Ia mampu mengubah hati. Ia mampu menumbuhkan harapan. Ia mampu menguatkan umat yang lemah. Ia mampu membimbing keluarga. Ia mampu menghidupkan komunitas Gereja.
Misa Ekaristi Kudus pada Minggu, 12 Juli 2026 di Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase mengajak umat untuk merenungkan hati masing-masing di hadapan Tuhan.
Sabda Tuhan terus ditaburkan. Pertanyaannya, apakah hati kita siap menerimanya?
Semoga melalui perayaan Ekaristi dan renungan Injil hari ini, umat semakin berani membuka hati, membiarkan Tuhan membersihkan batu dan duri dalam hidup, serta bertumbuh menjadi tanah yang baik.
Seperti benih yang jatuh di tanah yang baik, semoga Sabda Tuhan tumbuh dan berbuah dalam hidup kita.
Sumber: Catatan Misa Ekaristi Kudus Minggu, 12 Juli 2026 di Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, dipimpin oleh Romo Alex Dato, SVD.








