No Julid, But Solid, Orang Muda Dipanggil Hidup dalam Kasih
Palasari — Suasana penuh semangat, sukacita, dan persaudaraan tampak dalam kegiatan JOMK V Keuskupan Denpasar 2026 yang berlangsung di Palasari pada 18–21 Juni 2026.
JOMK atau Jumpa Orang Muda Katolik menjadi salah satu momen penting bagi Orang Muda Katolik se-Keuskupan Denpasar untuk berkumpul, berjumpa, berdoa, belajar, dan merayakan iman bersama. Kegiatan ini mempertemukan OMK dari berbagai paroki dan wilayah pelayanan Keuskupan Denpasar, yang mencakup Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Dalam suasana alam Palasari yang terbuka dan penuh keindahan, para peserta tampak berkumpul dalam kebersamaan. Panggung besar, suasana lapangan, bendera-bendera, musik, doa, dan kehadiran orang muda dari berbagai tempat menjadi tanda bahwa Gereja muda sungguh hidup dan bergerak.
No Julid, But Solid
JOMK V Keuskupan Denpasar 2026 mengangkat semangat kampanye:
“No Julid, But Solid. Be There and Solider.”
Kalimat ini terasa sangat dekat dengan dunia orang muda. Bahasanya ringan, segar, dan mudah diingat. Namun di balik gaya bahasanya yang modern, tersimpan pesan iman yang dalam.
“No Julid” mengajak orang muda untuk meninggalkan kebiasaan saling menjatuhkan, menghakimi, merendahkan, atau membicarakan kelemahan orang lain. Sementara “But Solid” mengajak OMK untuk menjadi pribadi yang membangun, mendukung, menguatkan, dan berjalan bersama.
Semangat ini sejalan dengan pesan Kolose 3:14, bahwa kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Orang muda Katolik dipanggil bukan hanya untuk hadir dalam kegiatan, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang membawa kasih, persatuan, dan sukacita di tengah Gereja dan masyarakat.
Palasari Menjadi Ruang Perjumpaan Iman
Palasari memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah dan kehidupan umat Katolik di Bali. Dengan suasana yang khas, alam yang indah, serta Gereja Hati Kudus Yesus yang menjadi pusat kegiatan, Palasari menjadi tempat yang sangat tepat untuk perjumpaan orang muda.
Di tempat ini, OMK tidak hanya mengikuti acara. Mereka mengalami perjumpaan. Mereka bertemu dengan teman-teman baru, saling mengenal, berbagi cerita, dan menyadari bahwa mereka adalah bagian dari Gereja yang besar.
Bagi banyak orang muda, pengalaman seperti JOMK dapat menjadi momen yang membekas. Ada yang datang dengan semangat. Ada yang datang dengan rasa ingin tahu. Ada yang datang karena diajak teman. Namun dalam kebersamaan, doa, musik, dinamika, dan suasana persaudaraan, banyak hati dapat disentuh kembali.
Gereja yang Memberi Ruang bagi Orang Muda
JOMK menjadi tanda bahwa Gereja memberi ruang bagi orang muda. Gereja tidak hanya memanggil orang muda untuk hadir, tetapi juga mengajak mereka untuk terlibat, berkarya, dan menjadi bagian dari kehidupan Gereja.
Orang Muda Katolik memiliki energi, kreativitas, keberanian, dan cara berpikir yang khas. Mereka hidup di tengah dunia digital, budaya media sosial, tantangan pergaulan, tekanan hidup, dan perubahan zaman yang cepat. Karena itu, pendampingan orang muda menjadi sangat penting.
Melalui kegiatan seperti JOMK, orang muda diajak untuk tidak berjalan sendiri. Mereka diajak untuk menemukan teman seperjalanan dalam iman. Mereka diajak untuk menyadari bahwa iman Katolik bukan sesuatu yang jauh dari hidup mereka, tetapi justru dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Dari Lapangan, Musik, dan Doa, Tumbuh Persaudaraan
Foto-foto kegiatan JOMK memperlihatkan suasana yang hidup. Para peserta duduk bersama di area lapangan, mengikuti rangkaian acara, menikmati suasana sore, dan terlibat dalam kegiatan bersama. Panggung besar menjadi pusat perhatian, tetapi kekuatan utama JOMK justru tampak dari kebersamaan para peserta.
Ada suasana festival iman.
Ada rasa muda yang kuat.
Ada semangat komunitas.
Ada kerinduan untuk menjadi lebih solid.
Musik, panggung, dekorasi, dan suasana meriah menjadi sarana untuk membawa orang muda masuk dalam pengalaman iman yang lebih dekat dengan dunia mereka. Gereja hadir bukan dengan wajah yang kaku, tetapi dengan wajah yang ramah, kreatif, terbuka, dan penuh sukacita.
OMK Dipanggil Menjadi Pembawa Kasih
Tema kampanye JOMK V mengingatkan bahwa tantangan orang muda hari ini bukan hanya soal hadir di gereja, tetapi juga soal bagaimana hidup sebagai murid Kristus di tengah dunia nyata.
Di media sosial, orang muda sering berhadapan dengan komentar negatif, perbandingan, gosip, tekanan citra diri, dan budaya saling menjatuhkan. Maka pesan “No Julid, But Solid” menjadi sangat relevan.
Orang Muda Katolik dipanggil untuk berbeda. Dipanggil untuk tidak ikut arus negatif. Dipanggil untuk menjadi pembawa kasih. Dipanggil untuk membangun persahabatan yang sehat. Dipanggil untuk menjadi pribadi yang menguatkan, bukan melemahkan.
Menjadi solid berarti mau hadir bagi teman. Mau mendengar. Mau menolong. Mau bekerja sama. Mau menerima perbedaan. Dan terutama, mau menjadikan kasih Kristus sebagai dasar dalam membangun relasi.
Sukacita bagi Stasi Kristus Raja Abianbase
Bagi keluarga besar Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, kegiatan JOMK V Keuskupan Denpasar 2026 menjadi kabar sukacita. Sebagai bagian dari Paroki Santa Theresia Tangeb dan Keuskupan Denpasar, Stasi Kristus Raja Abianbase turut bersyukur atas terselenggaranya kegiatan besar orang muda ini.
Kegiatan seperti JOMK menjadi pengingat bahwa pembinaan orang muda adalah tanggung jawab bersama. OMK perlu didampingi, diberi ruang, dipercaya, dan diajak terlibat dalam kehidupan Gereja.
Gereja masa depan dibangun mulai hari ini. Dan orang muda bukan hanya masa depan Gereja, tetapi juga bagian penting dari Gereja saat ini.
Bukan Sekadar Acara, Tetapi Gerakan
JOMK bukan hanya acara beberapa hari. JOMK adalah gerakan. Gerakan untuk membangun iman orang muda. Gerakan untuk memperkuat persaudaraan. Gerakan untuk mengajak OMK berani tampil sebagai pribadi Katolik yang hidup, kreatif, dan penuh kasih.
Setelah kegiatan selesai, semangat JOMK diharapkan tidak berhenti di Palasari. Semangat itu perlu dibawa pulang ke paroki, stasi, lingkungan, KBG, sekolah, kampus, tempat kerja, dan komunitas masing-masing.
OMK yang telah mengalami kebersamaan di JOMK dipanggil untuk membawa pulang api semangat baru. Bukan hanya menjadi peserta, tetapi menjadi penggerak. Bukan hanya membawa kenangan, tetapi membawa perubahan. Bukan hanya datang dan pulang, tetapi bertumbuh dan melayani.
Menjadi Solid dalam Kasih Kristus
JOMK V Keuskupan Denpasar 2026 menjadi momen indah untuk mengingatkan orang muda bahwa kasih adalah dasar dari semua kebersamaan. Tanpa kasih, kegiatan bisa menjadi sekadar acara. Tanpa kasih, komunitas bisa menjadi sekadar kumpulan orang. Tanpa kasih, pelayanan bisa kehilangan makna.
Namun dengan kasih, perjumpaan menjadi persaudaraan.
Dengan kasih, perbedaan menjadi kekayaan.
Dengan kasih, orang muda menjadi kekuatan Gereja.
Dengan kasih, Gereja menjadi semakin hidup.
Semoga JOMK V Keuskupan Denpasar 2026 di Palasari menjadi berkat bagi seluruh peserta, panitia, pendamping, imam, suster, bruder, frater, dan seluruh umat yang mendukung kegiatan ini.
Semoga semangat “No Julid, But Solid” terus hidup dalam hati Orang Muda Katolik Keuskupan Denpasar.
OMK dipanggil bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk saling menguatkan. Bukan untuk berjalan sendiri, tetapi untuk menjadi solid dalam kasih Kristus.















Selamat untuk Para Misdinar … Masa Depan Paroki dan Gereja….