Shopping cart

No Widget Added

Please add some widget in Offcanvs Sidebar

  • Home
  • Stasi
  • Komuni Pertama Anak-Anak Paroki St. Theresia Tangeb
Stasi

Komuni Pertama Anak-Anak Paroki St. Theresia Tangeb

Email 7

Sukacita Komuni Pertama Anak-Anak Paroki St. Theresia Tangeb: Bertumbuh dalam Cinta kepada Ekaristi Kudus

Tangeb — Hari Minggu, 7 Juni 2026, menjadi hari yang penuh rahmat dan sukacita bagi keluarga besar Paroki St. Theresia Tangeb. Pada hari tersebut, dalam Misa Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja St. Theresia Tangeb, sebanyak 23 anak menerima Komuni Pertama.

Anak-anak penerima Komuni Pertama tersebut berasal dari berbagai bagian paroki, yaitu Stasi Cemagi, Stasi Abianbase, Stasi Sading, serta dari pusat Paroki St. Theresia Tangeb. Momen ini menjadi sukacita bersama, bukan hanya bagi anak-anak yang menerima Komuni Pertama, tetapi juga bagi orang tua, keluarga, pembina, dan seluruh umat yang hadir.

Bagi keluarga besar Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, perayaan ini juga menjadi momen yang membahagiakan. Anak-anak dari Stasi Abianbase turut ambil bagian dalam peristiwa iman yang istimewa ini, bersama saudara-saudari mereka dari stasi lain dan pusat paroki.

Dipimpin oleh Pastor Paroki dan Didampingi Pastor Rekan

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Pastor Paroki RP. Alex Dato, SVD, dan didampingi oleh Pastor Rekan RP. John Seran, SVD. Suasana perayaan berlangsung khidmat, penuh syukur, dan penuh berkat.

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus menjadi momen yang sangat tepat untuk penerimaan Komuni Pertama. Pada hari raya ini, Gereja secara khusus merayakan misteri agung Ekaristi, yaitu kehadiran Yesus Kristus sendiri dalam rupa roti dan anggur yang dikuduskan.

Karena itu, penerimaan Komuni Pertama bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah peristiwa iman yang sangat penting, saat anak-anak untuk pertama kalinya menyambut Tubuh Kristus dalam Perayaan Ekaristi.

23 Anak Menyambut Yesus dalam Ekaristi

Sebanyak 23 anak menerima Komuni Pertama dalam perayaan ini. Mereka telah melewati proses persiapan, pembinaan, dan bimbingan rohani sebelum akhirnya menyambut Tubuh Kristus untuk pertama kalinya.

Dalam proses ini, peran orang tua, keluarga, dan para pembina menjadi sangat penting. Anak-anak tidak berjalan sendiri. Mereka didampingi, diajari, dan diarahkan agar semakin memahami makna Ekaristi Kudus dalam kehidupan iman Katolik.

Komuni Pertama menjadi langkah awal yang indah bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan Yesus. Melalui Ekaristi, mereka diajak untuk mengenal Kristus bukan hanya sebagai pribadi yang mereka dengar dalam pelajaran iman, tetapi sebagai Tuhan yang hadir, menyertai, dan tinggal dalam hati mereka.

Teladan Santo Carlo Acutis dalam Mencintai Ekaristi

Dalam homilinya, Pater Alex Dato, SVD mengangkat kisah Santo Carlo Acutis sebagai teladan bagi anak-anak dan seluruh umat. Santo Carlo dikenal sebagai orang muda yang sangat mencintai Ekaristi Kudus.

Bagi Carlo Acutis, Ekaristi bukan hanya kebiasaan rohani, tetapi sumber kekuatan utama dalam hidup. Ia memandang Ekaristi sebagai jalan menuju kesucian dan kedekatan yang mendalam dengan Yesus.

Teladan ini sangat relevan bagi anak-anak penerima Komuni Pertama. Mereka diajak untuk tidak melihat Komuni Pertama sebagai akhir dari proses pembinaan iman, tetapi sebagai awal dari perjalanan baru bersama Yesus.

Dengan menerima Tubuh Kristus, anak-anak diajak untuk semakin rajin mengikuti Misa, semakin tekun berdoa, semakin mencintai Gereja, dan semakin berani menjadi anak-anak Allah yang membawa sukacita bagi sesama.

Komuni Pertama Bukan Akhir, Tetapi Awal Perjalanan Iman

Salah satu pesan penting dalam perayaan ini adalah bahwa Komuni Pertama bukanlah tujuan akhir. Justru sebaliknya, Komuni Pertama adalah awal dari perjalanan iman yang lebih dalam.

Setelah menerima Komuni Pertama, anak-anak diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, semakin mencintai Ekaristi, dan semakin aktif dalam kehidupan menggereja. Mereka juga diajak untuk menjadi pribadi yang baik, penuh kasih, taat kepada orang tua, serta terbuka untuk melayani Tuhan dan sesama.

Bagi para orang tua, momen ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan iman anak tidak berhenti setelah Komuni Pertama. Keluarga tetap menjadi tempat pertama dan utama bagi anak-anak untuk belajar berdoa, mengenal Tuhan, dan menghidupi nilai-nilai Kristiani.

Sukacita Bersama Keluarga dan Umat

Perayaan ini berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Anak-anak hadir dengan pakaian rapi dan wajah penuh bahagia. Mereka didampingi oleh orang tua dan keluarga yang turut merasakan haru serta syukur atas peristiwa iman ini.

Setelah rangkaian perayaan Ekaristi, anak-anak menerima tanda kasih sebagai kenang-kenangan. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan hari bersejarah ini.

Suasana hangat juga terasa dalam ramah-tamah seusai Misa. Anak-anak, keluarga, para romo, pengurus Dewan Paroki, pembina, dan umat berkumpul dalam kebersamaan. Momen sederhana ini menjadi tanda bahwa Gereja adalah keluarga besar yang saling mendukung dan saling meneguhkan.

Sukacita bagi Stasi Kristus Raja Abianbase

Bagi Gereja Katolik Stasi Kristus Raja Abianbase, keterlibatan anak-anak dari Stasi Abianbase dalam penerimaan Komuni Pertama ini menjadi kebanggaan dan sukacita tersendiri.

Anak-anak adalah masa depan Gereja. Ketika mereka sejak dini dibimbing untuk mencintai Ekaristi, mengenal Yesus, dan dekat dengan kehidupan Gereja, maka benih iman itu akan terus bertumbuh.

Karena itu, peristiwa Komuni Pertama ini bukan hanya menjadi momen pribadi bagi anak-anak dan keluarga mereka, tetapi juga menjadi sukacita seluruh umat. Gereja dipanggil untuk terus mendampingi anak-anak, memberi ruang bagi mereka, serta menumbuhkan semangat iman dalam diri mereka.

Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Kristiani

Dalam iman Katolik, Ekaristi memiliki tempat yang sangat istimewa. Ekaristi adalah sumber dan puncak hidup Kristiani. Di dalam Ekaristi, umat menyambut Kristus sendiri yang hadir dan memberi hidup.

Maka, setiap kali anak-anak menyambut Komuni Kudus, mereka diajak untuk menyadari bahwa Yesus hadir dalam hati mereka. Kehadiran Yesus itulah yang memberi kekuatan, sukacita, penghiburan, dan semangat untuk hidup sebagai anak-anak Allah.

Komuni Pertama menjadi awal dari kebiasaan rohani yang perlu terus dipelihara. Anak-anak diharapkan tidak hanya menyambut Komuni pada hari istimewa ini, tetapi terus datang kepada Yesus dalam setiap Perayaan Ekaristi.

Proficiat untuk Anak-Anak Penerima Komuni Pertama

Proficiat kepada 23 anak penerima Komuni Pertama dari Stasi Cemagi, Stasi Abianbase, Stasi Sading, dan pusat Paroki St. Theresia Tangeb.

Terima kasih kepada para orang tua, keluarga, tim pembina, para pendamping, Dewan Paroki, serta seluruh umat yang telah mendukung proses persiapan hingga terlaksananya perayaan ini dengan baik.

Semoga anak-anak yang telah menerima Komuni Pertama semakin mencintai Yesus dalam Ekaristi. Semoga mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang beriman, penuh kasih, rendah hati, dan siap melayani Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Kiranya sukacita Komuni Pertama ini menjadi awal perjalanan iman yang indah bagi mereka.

Yesus dalam Ekaristi, sumber kekuatan dan sukacita hidup kita.

Comments are closed

Related Post