Bacaan Injil


JUMAT


JUMAT
24 Januari 2020
Pekan Biasa II (H)
Pw St. Fransiskus dr Sales, Usk PujG (P); St. Felisianus dan Primus

Bacaan I: 1Sam. 24:3-21
Mazmur: Mzm. 57:2.3-4.6.11; R:2a
Bacaan Injil:  Mrk. 3:13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Renungan
Walaupun dikejar Saul untuk dibunuh, Daud menunjukkan kebesaran hatinya dengan tidak membunuh Saul walau ada kesempatan untuk itu. Kebesaran hati Daud bersumber dari penghormatannya kepada Allah dan orang yang diurapi Allah. Bukan tindak kekerasan, namun kebesaran hati Daudlah yang menaklukkan Saul: "Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia dengan selamat… Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan Raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”
Yesus Putra Daud juga selalu bersatu dengan Allah dalam membuat keputusan. Dalam Injil hari ini Yesus naik ke atas bukit (berdoa) sebelum memilih dan menetapkan keduabelas rasul yang akan menyertai Dia dan melanjutkan karya keselamatan-Nya. Nama-nama para rasul disebut dengan jelas untuk menunjukkan bahwa Yesus mengenal mereka secara personal dan sebaliknya mereka juga mengenal Yesus secara personal. Mereka bukan orang yang sempurna, tetapi dengan mengikuti dan mengenal Yesus semakin dalam, mereka terus disempurnakan dan diteguhkan sebagai rasul. Syarat dasar untuk merasul bukan hafal ajaran Yesus, namun mengenal Yesus dengan setia secara personal (bdk. Kis. 1:21 -22), karena hanya dengan demikian mereka akan setia menghayati dan mewartakan pengajaran Yesus denan benar. Aakah kita dikenal dan mengenal Yesus secara personal dan mendalam?

Doa
Ya Yesus, kami ingin mengenal-Mu secara personal dan lebih mendalam lagi agar layak menjadi rasul-Mu yang sejati. Amin.

 

SABTU


SABTU
25 Januari 2020
HUT. Congregation Missionis (CM)
Pekan Biasa II (H)
Pesta Pertobatan St. Paulus, Rasul (P)
Penutupan Pekan Doa Sedunia

Bacaan I: Kis. 9:1-22 atau Kis. 22:3-16
Mazmur: Mzm. 117:1,2
Bacaan Injil:  Mrk. 16:15-18

Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan- setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Renungan
Pertobatan Rasul Paulus menjadi saat yang sangat penting bagi Gereja. Di antara para rasul, dialah yang paling giat dan paling besar peranannya dalam membangun Gereja awal. Dibandingkan keduabelas rasul, Paulus tidak pernah mengenal Yesus secara personal ketika Yesus hidup di dunia. Iman Paulus adalah iman kita semua yang juga tak pernah mengenal Yesus selama Yesus hidup sebagai manusia. Namun atas karunia Yesus, dia menerima penampakan Yesus. "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:20). Pengenalannya akan pribadi Yesus membalik caranya beragama: dari berdasarkan hukum menjadi berdasarkan kasih. Apakah iman kita masih seperti Saulus yang berdasarkan hukum mengejar-ngejar orang kristiani yang kita anggap tidak taat hukum? Atau sudah seperti Paulus yang menegakkan kasih?
Pengenalan akan Kristus memberikan Paulus hidup baru. Itu bukan berarti Paulus langsung sempurna, melainkan ia meyakini bahwa oleh pembaptisan ia telah ditangkap oleh Kristus. Ini bukan kekuatannya, melainkan Kristus yang memberinya jaminan iman: "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku juga dapat menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus" (Flp. 3:12).

Doa

Tuhan Yesus, berikanlah kami Roh kekuatan agar kami berani mengikuti-Mu dalam jalan kasih bukan jalan hukum, jalan pelayanan bukan jalan kuasa dan cari selamat sendiri. Amin.


MINGGU


MINGGU
26 Januari 2020
O Pekan III
PEKAN BIASA III (H)
Pw St. Tomotius dan Titus (P); Sta. Paula;
St. Stefanus Harding; St. Robertus Molesmes

Bacaan I: Yes. 8:23b -9:3
Mazmur: Mzm. 27:1.4.13-14; R:1a
Bacaan II: 1Kor 1:10-13.17
Bacaan Injil:  Mat. 4:12-17/23

Pada waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,—bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Yesus pun berkeliling di seluruh GaIilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Renungan
Sabda Tuhan hari ini berupa kabar gembira bahwa Yesus datang bukan hanya untuk bangsa-Nya sendiri, memenuhi nubuat Nabi Yesaya: ...wilayah bangsa bangsa lain,—bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang. Sejak waktu itulah Yesus memberitakan:" Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" Inilah undangan bagi semua orang untuk menerima Kristus sebagai Terang hidup kita.
Di lain pihak, sebenarnya Injil ini mengatakan sebuah ironi: Galilea adalah daerah pinggiran, berbatasan dengan wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsanya sendiri tidak menerima dia, terutama daerah pusat Yerusalem dan sekitarnya. Yesus memang akan ke sana … untuk menghadapi penolakan dan wafat di salib. Galilea dan wilayah perbatasan bangsa-bangsa lain justru mengalami berkat karena di situlah Yesus dan para rasul-Nya diterima sehingga banyak berkarya selama hidupnya di dunia. Bahkan setelah kebangkitan-Nya, Yesus meminta para rasul-Nya kembali ke Galilea untuk bertemu dengan-Nya (bdk. Mat. 28: 7,10).
Kabar gembira ini patut kita syukuri: jika kita ini orang sederhana, rakyat jelata, jauh dari pusat kuasa dunia, kita tak perlu berkecil hati, karena Tuhan justru mau datang bagi kita dan tinggal bersarna kita. Sebaliknya bila kita sedang di pusat dunia atau bahkan Gereja karena jabatan kita, kita harus waspada karena sering kita tak merasa membutuhkan Tuhan.

Doa
Yesus, Engkaulah terang sejati dalam hidup dan pelayanan kami, jauhkanlah kami dari belenggu kekuasaan, semoga kami setia untuk mengusahakan keselamatan sesama seperti Engkau sendiri. Amin.