Bacaan Injil


JUMAT


JUMAT
11 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVII

Bacaan I: YI. 1:13-15; 2:1-2
Mazmur: 9:2-3.6.16.8-9; R:9a
Bacaan Injil: Luk. 11:15-26

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang kengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala milliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”

Renungan

Berdoa dan berjaga-jagalah sebab setan selalu berkeliaran dan siap untuk menggoda dan memangsa jiwa siapa saja yang tidak kuat berdiri di hadapan Tuhan. Satu-satunya kekuatan untuk menghadapi setan yang selalu berkeliaran di mana-mana adalah memelihara persekutuan dengan Tuhan di dalam doa.
Pada zaman ini manusia sering tidak memberikan prioritas waktu untuk berdialog dan bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan Ekaristi Kudus. Banyak kesibukan dan tawaran menggiurkan dari dunia yang menyedot perhatian manusia sehingga waktu untuk merenungkan Sabda Tuhan hampir tidak ada. Manusia tidak memberikan prioritas bagi Tuhan dan Sabda-Nya akibatnya manusia mengalami penderitaan dan penyesatan yang tidak sedikit.
Manusia yang percaya dan beriman pada Sabda Tuhan mendapatkan peneguhan dan tuntunan untuk menghadapi berbagai ajakan dan godaan setan, sehingga mereka tidak mudah terjerumus dalam bujukan dan godaan setan. Manusia beriman memberikan prioritas bagi Allah dan siap sedia merenungkan Firman Allah dalam hidupnya sebagai pedoman dalam ziarah kehidupan.

Ya Allah, tuntunlah aku dengan terang Roh Kudus-Mu dan lindungilah aku selalu agar tidak jatuh dalam godaan iblis melainkan memperoleh kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi setiap godaan, sehingga teguh berdiri sebagai orang-orang yang percaya. Amin.


SABTU


SABTU
12 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVII

Bacaan I: YI. 3:12-21
Mazmur: 97:1-2.5-6. 11-12; R: 12a
Bacaan Injil: Luk. 11:27-28

Pada suatu hari, ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui  Engkau.” Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”

Renungan

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya” (Luk. 11:28). Kesediaan untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan menjadi pintu masuk untuk memperoleh hikmat dan hidup secara benar sebagai orang beriman di hadapan Tuhan dan sesama.
Manusia suka menyibukkan diri dengan hal yang tidak penting.  Sementara perhatian dan upaya untuk merenungkan dan memelihara Firman Tuhan dalam hidup jarang diperhatikan. Manusia beriman yang berbahagia adalah yang setia merenungkan dan menghidupi Firman Allah dalam hidup dan karya. Sabda Allah yang meresap dalam hati menginspirasi dan mendorong manusia beriman untuk berkreasi serta menghasilkan buah-buah kebaikan serta kebajikan dalam hidup.
Kita adalah manusia yang beriman itu, yang meresapi Firman Allah, merenungkannya di dalam hati, dan menghayatinya dalam hidup nyata. Semoga kita senantiasa memberikan waktu untuk evaluasi dan refleksi diri secara berkanjang, yang pada akhirnya menuntun kita kepada ketenangan dan kebahagiaan sejati.


Ya Allah, teguhkanlah imanku agar sanggup menjaga dan memelihara firman-Mu dalam hidup dan karyaku setiap hari sebagai orang yang beriman dan berharap kepada-Mu. Amin.



MINGGU


MINGGU
13 Oktober 2019
Pekan Biasa XXVIII
HARI MINGGU EVANGELISASI

Bacaan I: 2Raj. 5:14-17
Mazmur: 98: 1-2-3ab.3cd-4; R:2b
Bacaan II: 2Tim. 2: 8-13
Bacaan Injil: Luk. 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi senuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Renungan

Panggilan untuk memberitakan kabar baik menjadi panggilan setiap orang beriman yang telah dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Memberitakan kabar baik di era modern menjadi panggilan dan perutusan bagi segenap umat beriman. Dunia dewasa ini dihadapkan dengan berbagai tantangan dan pergumulan yan menyedot energi dan perhatian, termasuk maraknya berita buruk dan berita palsu atau hoaks. Dunia membutuhkan penghiburan dan warta kabar gembira yang menuntun manusia tidak hanya berpikir tentang kesejahteraan masa kini, tetapi terutama tentang keselamatan dan damai sejahtera di akhirat.
Kerajaan Allah dan kerajaan dunia adalah dua hal yang berbeda prinsip. Kerajaan Allah menawarkan kelembutan, damai sejahtera, kebaikan, kebenaran, keadilan, dan perdamaian. Kerajaan dunia menawarkan kekuasaan, popularitas diri serta hormat terhadap hal material sebagai yang dikejar di dunia dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Yesus mengingatkan para rasul dan segenap umat beriman untuk tidak saja mengarhkan perhatian kepada hal-hal material di dunia, tetapi juga memelihara keselarasan dengan orientasi pada nilai-nilai spiritual Kerajaan Allah yang menuntun manusia pada damai sejahtera dan keselamatan kekal.
Dari sepuluh orang kusta yang sehat fisik dan rohani hanya satu orang yang kemabli kepada Yesus untuk mengucapkan syukur dan terima kasih. Kita semua diajak untuk selalu kembali kepada Allah dengan ucapan syukur dan berkat. Orang yang selalu bersyukur dan ringan mengucapkan terima kasih adalah tanda orang yang rendah hati di hadapan Allah dan sesama. Hal tersebut menggembirakan hati Allah dan membahagiakan sesama.

Ya Tuhan, tuntunlah aku agar tahu berterima kasih kepada-Mu dan sesama. Semoga hatiku selalu terarah kepada-Mu dan senantiasa bersyukur atas segala kejadian dalam hidupku sambil mewartakan kabar baik keselamatan Allah kepada semua orang yang aku jumpai. Amin.