Bacaan Injil


JUMAT


JUMAT
15 November 2019
Pekan Biasa XXXII (H)
St. Albertus Agung, UskPuJG; B. Marie de la Passion; B. Magdalena Morano

Bacaan I: Keb. 13:1-9
Mazmur: Mzm. 19:2-5; R:2a
Bacaan Injil:  Luk. 17:26-37

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

Renungan
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang hari kedatangan-Nya untuk yang kedua kalinya. Ia mengajak para murid dan orang-orang Farisi utnuk mengingat berbagai peristiwa di zaman Nabi Nuh dan Lot agar mereka segera bertobat dan memperbaiki hidup mereka sehingga siap menyambut kedatangan-Nya. Yesus tiba-tiba akan datang dan tak seorang pun tahu soal waktu dan tempatnya.
Mungkin kita akan bertanya, kapankah Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya? Kita sebenarnya tidak perlu berpikir dan mempersoalkan kapan Dia akan datang lagi karena yang paling perlu adalah mengatur diri agar kita selalu siap untuk menerima kehadiran-Nya kapan pun dan dimana pun. Kesiapan diri ini dibangun dengan selalu mau membiarkan hidup kita dikuasai dan digerakkan oleh Allah sendiri. Jika kita selalu taat dan dengan sukacita melaksanakan kehendak-Nya, maka kita tidak akan gugup dan panik jika Dia datang. Dengan hidup dalam kasih yang mewujud dalam karakter pribadi yang ramah, rendah hati, tidak mudah marah, dan selalu berpikiran positif terhadap orang lain serta selalu bersukacita dalam hidup meskipun harus berkorban waktu, tenaga, dan materi untuk sesama, maka kita dengan senang hati juga menerima kehadiran-Nya.

Doa
Allah yang Mahaagung, semoga aku Engkau mampukan untuk terus hidup dalam kasih dan siap menyambut-Mu, kapan pun Engkau datang. Amin.


SABTU


SABTU
16 November 2019
Pekan Biasa XXXII (H)
Sta. Margarita dr Skotlandia; St. Rochus Gonzales, St. Yohanes de Castillo
dan St. Alphonsus Rodrigues Mrt.; Sta. Gertrudis Prw.
Bacaan I: Keb. 18:14-16; 19:6-9
Mazmur: Mzm. 105:2-3.36-37.42-43; R:5a
Bacaan Injil:  Luk. 18:1-8

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Renungan
Janda yang selalu datang kepada hakim dalam bacaan Injil hari ini menggambarkan seseorang yang tidak pernah kenal lelah dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Perjuangan yang dilakukannya tidak sia-sia dan kesetiaannya untuk terus meyakinkan hakim itu membuahkan hasil. Dari kisah itu, pesan Yesus amat jelas, yaitu bahwa kebaikan Allah jauh di atas hakim. Jika hakim yang tidak baik mau memenuhi permintaan ibu janda tersebut, apalagi Allah yang selalu mengasihi, sabar, dan mengawal hidup manusia, pasti akan memenuhi permintaan umat-Nya.
Setiap kali kita berdoa, di samping bersyukur, kita juga memanjatkan berbagai permohonan sesuai dengan kebutuhan kita. Ada doa yang Tuhan kabulkan dalam waktu yang cepat, tetapi ada juga yang lama. Sebagai orang beriman kita perlu menyadari bahwa kita tidak bisa mengatur Tuhan kapan Tuhan harus mengabulkan doa kita, tetapi kita diajak untuk berpasrah dan percaya dengan terus berdoa tanpa henti seperti yang dilakukan oleh janda tersebut. Tuhan juga akan melihat seberapa besar iman dan kepercayaan kita kepada-Nya serta usaha-usaha apa yang telah kita lakukan untuk berjuang mendapatkan apa yang kita minta tersebut.

Doa
Allah yang Mahasabar, semoga dalam hidup ini aku tak henti-hentinya berpasrah kepada-Mu sambil berusaha dengan penuh iman untuk mendapatkan apa yang baik dan yang berkenan pada-Mu. Amin.

 

MINGGU


MINGGU
17 November 2019
O Pekan I
Pekan Biasa XXXIII (H)
Pw. Sta. Elizabeth dr Hungaria, Biarw. (P); St. Dionisius Agung;
St. Gregorius Thaumaturgos; St. Gregorius dr Tours
Bacaan I: Mat. 4:1-2a
Mazmur: Mzm. 98:5-6.7-8.9a; R:lih. 9
Bacaan II: 2Tes. 3:7-12
Bacaan Injil:  Luk. 21:5-19

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ -- akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Renungan
Dalam Injil hari ini, Yesus memberitahukan kepada para murid-Nya bagaimana ia akan menderita dan para murid juga akan mengalami hal yang sama karena mereka beriman kepada Yesus. Oleh karena itu, mereka juga harus siap untuk menderita. Yesus menasehati agar mereka tidak berkecil hati, apalagi takut, karena Ia akan memberikan kata-kata hikmat dan mereka tetap hidup jika tetap bertahan dalam iman kepada-Nya.
Dalam hidup ini, kesulitan akan selalu ada. Namun sebagai orang beriman, berbagai kesulitan yang kita hadapi dapat kita pandang sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Tuhan, menjadi peluang bagi kita untuk tumbuh dan berkembang dalam iman. Jika kita senantiasa bersama dengan Tuhan, kita tidak akan dibelenggu oleh masalah, tetapi justru dapat menguasai masalah; tidak mudah berpikiran pendek, tetapi dengan hati tenang dan akal budi yang jernih mencari solusi. Daya tahan dan kemampuan kita terbatas, tetapi jika kita selalu menggunakan iman kita dalam setiap menghadapi masalah, Tuhan akan senantiasa mengisi energi kita dan menumbuhkan kembali semangat dan harapan kita.

Doa

Allah yang Mabahabaik, semoga aku selalu dapat bertahan dalam iman ketika kesulitan hidup datang dan tetap menjadi anak-Mu yang bijak dalam mencari jalan keluar yang tepat. Amin.